Potensi Sumber Daya Air Indonesia Berlimpah, Baru Sedikit yang Dimanfaatkan

  • Share

[ad_1]

Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Potensi sumber daya air di Indonesia tercatat 2,78 triliun m³ per tahun. Namun, dari total tersebut hanya 691,3 miliar m³ yang dapat dimanfaatkan.

Pendiri dan Pimpinan Indonesia Water Institute (IWI) Firdaus Ali mengatakan, apabila dirinci lebih dalam, sejauh ini hanya 222,59 miliar m³ per tahun air yang sudah dimanfaatkan.

Sementara sisanya, yakni sebanyak 468,72 miliar m³ belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

“Besaran potensi itu dihitung dari air yang turun ke permukaan daratan di wilayah kita, kemudian dikalikan dengan curah hujan. Kemudian kita kali luas, nanti kita akan dapat potensi tadi,” jelas Firdaus dalam Webinar secara virtual, Senin (19/4/2021).

Ia kembali menuturkan, untuk memaksimalkan potensi air agar dapat dimanfaatkan harus tersedianya infrastruktur.

Baca juga: Air Waduk Rawa Lindung Tercemar Limbah, Tebar Benih Ikan Dipindah ke Pesanggrahan

Salah satu contoh infrastruktur yang dirinya maksud adalah bendungan.

Beberapa negara yang besar secara demografi, memiliki jumlah bendungan yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan Indonesia.

Baca juga: Dua Waduk Buatan PUPR Cuma Beri Kontribusi 11 Persen Atasi Banjir Jakarta

India yang memiliki jumlah penduduk dengan total hampir 1,1 miliar jiwa, mempunyai jumlah bendungan sebanyak 1.500 bendungan.

Amerika Serikat juga memiliki jumlah bendungan yang cukup banyak, yakni 6.000 bendungan.

Bahkan Jepang yang jumlah penduduknya di bawah Indonesia, memiliki bendungan sebanyak hampir 3.000 bendungan.

Namun Indonesia yang jumlah penduduknya di ranking keempat di dunia, hanya memiliki 234 bendungan.

“Kuncinya ada di infrastruktur. Kita punya bendungan cuma 234 bendungan. Bayangkan, negara dengan populasi nomor 4 di planet ini hanya punya 234 bendungan,” ucap Firdaus.

Dirinya kembali menjelaskan, bahwa peran sebuah infrastruktur terutama bendungan benar-benar sangat dibutuhkan. Tentunya agar negara bisa bertahan dan terhindar dari krisis air yang dapat mengancam.

“Artinya, infrastruktur kita benar-benar sangat tertinggal jauh. Kemampuan bendungan kita hanya mampu menampung 52m³ per kapita per tahun. Lebih kecil dibandingkan China atau Amerika 6.000m³ perkapita pertahun,” pungkas Firdaus.



[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link