Kepada PM Vietnam, Jokowi Tegaskan Posisi Indonesia Soal Myanmar Sudah Jelas

  • Share

[ad_1]

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Perkembangan situasi politik di Myanmar turut menjadi pembahasan pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri Vietnam Phạm Minh Chính, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, (23/4/2021).

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang ikut mendampingi Presiden, menerima kunjungan PM Vietnam.

“Kedua pemimpin melakukan tukar pandangan mengenai situasi terakhir di Myanmar dan tentunya menyampaikan keprihatinan atas berlanjutnya kekerasan di Myanmar dan terus jatuhnya korban jiwa,” ujar Retno dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Tujuh Kepala Negara ASEAN dan Pemimpin Junta Militer Myanmar Akan Hadir di Jakarta

Dalam pertemuan tersebut, Perdana Menteri Vietnam menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Indonesia yang telah menginisiasi penyelenggaraan ASEAN Leaders’ Meeting yang akan digelar Sabtu esok. Phạm Minh Chính juga menyampaikan bahwa kekerasan di Myanmar harus segera dihentikan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa posisi Indonesia terkait Myanmar sudah sangat jelas sejak awal. Yakni menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar menjadi prioritas, menghentikan kekerasan dan penggunaan senjata agar korban tidak semakin bertambah, serta melakukan dialog inklusif agar demokrasi, keamanan, perdamaian, dan stabilitas di Myanmar dapat kembali.

“Kedua pemimpin berharap pertemuan ASEAN Leader’s Meeting besok dapat menghasilkan sebuah kesepakatan yang terbaik bagi rakyat Myanmar. Bapak Presiden menekankan bahwa ASEAN Leader’s Meeting ini semata dilakukan atau diselenggarakan untuk kepentingan rakyat Myanmar,” pungkas Retno.



[ad_2]

Source link

  • Share