Oknum Penyidik KPK Asal Polri Diduga Menerima Suap Rp1,3 Miliar : Okezone Nasional

  • Share

[ad_1]

JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan oknum penyidiknya yang berasal dari Polri, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) sebagai tersangka penerima suap. Stepanus diduga telah menerima suap dengan nilai total sekira Rp1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial (MS).

“Total uang yang telah diterima SRP sebesar Rp1,3 miliar,” kata Ketua KPK Firli Bahuri saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021) malam.

Tak hanya Stepanus Pattuju, KPK juga menetapkan M Syahrial dan seorang pengacara, Maskur Husain (MH) sebagai tersangka. M Syahrial ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Stepanus Pattuju bersama-sama dengan Maskur Husain.

Baca Juga: Ditetapkan Tersangka, Wali Kota Tanjungbalai Masih Diperiksa Intensif KPK

Awalnya, Stepanus Pattuju bertemu dengan M Syahrial di rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar Aziz Syamsuddin (AZ), pada Oktober 2020. Aziz Syamsuddin (AZ) diduga sebagai fasilitator yang mempertemukan Stepanus Pattuju dengan M Syahrial.

“Dalam pertemuan tersebut, AZ memperkenalkan SRP dengan MS,” beber Firli.

Dalam pertemuan di rumah Aziz Syamsuddin itu, M Syahrial diduga meminta bantuan kepada Stepanus Pattuju berkaitan dengan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai. M Syahrial diduga meminta agar Stepanus Pattuju menghentikan penyelidikan kasus itu.

“(M Syahrial) meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK,” ujar Firli.

Baca Juga: Firli Bahuri Tetapkan Oknum Penyidik KPK & Wali Kota Tanjungbalai Tersangka

Menindaklanjuti hal tersebut, Stepanus kemudian memperkenalkan rekannya yang merupakan seorang pengacara, Maskur Husain kepada M Syahrial. Ketiganya lantas menyepakati adanya upaya untuk menghentikan penyelidikan dugaan jual-beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai dengan perjanjian kesiapan uang Rp1,5 miliar.

“MS menyetujui permintaan SRP dan MH tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik RA (Riefka Amalia) teman dari saudara SRP,” bebernya.

Selain suap dari M Syahrial, Stepanus Pattuju diduga juga telah menerima uang atau gratifikasi dari pihak lain sejak Oktober 2020 sampai April 2021 sebesar Rp438 juta. Uang itu diterima lewat transfer melalui rekening milik Riefka Amalia.

(Ari)

[ad_2]

Source link

  • Share