Oknum Penyidik KPK Stepanus Robin Akui Setel Ulang Handphone Saat Ditangkap : Okezone Nasional

  • Share

[ad_1]

JAKARTA Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju mengakui sempat menyetel ulang handphone atau telepon genggam miliknya saat diamankan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

 Stepanus Robin ditangkap oleh Propam Mabes Polri pada Selasa, 20 April 2021. Dia diamankan Propam karena ketahuan memeras Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Kemudian, Stepanus Robin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena diduga menerima suap dari M Syahrial sebesar Rp1,3 miliar.

Stepanus Robin juga membantah handphone miliknya disetel ulang atau direset oleh Propam Mabes Polri. Ia mengaku handphonenya disetel ulang bukan oleh Propam Mabes Polri, melainkan dirinya sendiri.

“Enggak, enggak (diset ulang oleh Propam Polri). (Diset ulang oleh) saya. Saya,” kata Stepanus saat dicecar pertanyaan oleh awak media usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (27/4/2021).

Dia enggan membeberkan lebih detail alasan dirinya menyetel ulang handphone miliknya. Stepanus memilih bungkam dan mengabaikan pertanyaan awak media. “Sudah, sudah ya. Makasih ya,” katanya.

Baca juga: Tangan Diborgol, Ini Penampakan Stepanus Robin Oknum Penyidik KPK Tersangka Suap

Tak hanya itu, Stepanus Robin juga mengakui sempat mendatangi rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar, Azis Syamsuddin. Pertemuan itu, kata Stepanus Robin, hanya berlangsung selama setengah jam.

“Cuma setengah jam (pertemuannya). Cerita masa lalu saja,” ungkapnya.

Baca juga: KPK Ungkap Peran Azis Syamsuddin di Balik Pertemuan Oknum Penyidik dan Wali Kota Tanjungbalai

Sebelumnya, KPK telah menetapkan AKP Stepanus Robin Pattuju sebagai tersangka kasus dugaan suap. Ia ditetapkan sebagai tersangka bersama Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial dan seorang pengacara, Maskur Husain.

AKP Stepanus Robin bersama Maskur Husain diduga menerima suap sebesar Rp1,3 miliar dari Syahrial. Suap itu bertujuan untuk menghentikan penyelidikan kasus dugaan suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemkot Tanjungbalai yang disinyalir melibatkan Syahrial.

Awalnya, M Syahrial sepakat menyiapkan dana Rp1,5 miliar untuk Robin dan Maskur Husain agar bisa menghentikan penyelidikan dugaan suap jual-beli jabatan tersebut. Kesepakatan itu terjadi di rumah dinas Wakil Ketua DPR asal Golkar Azis Syamsuddin.

Namun, dari kesepakatan awal Rp1,5 miliar, AKP Robin dan Maskur baru menerima uang suap total Rp1,3 miliar. Uang itu ditransfer M Syahrial ke rekening bank milik seorang wanita, Riefka Amalia.

Selain suap dari M Syahrial, AKP Robin diduga juga telah menerima uang atau gratifikasi dari pihak lain sejak Oktober 2020 sampai April 2021 sebesar Rp438 juta. Gratifikasi sebesar Rp438 juga itu ditampung melalui rekening Riefka Amalia.

(fkh)

[ad_2]

Source link

  • Share