DPR Sebut Kasus Rapid Test Bekas di Kualanamu Kejahatan Kemanusiaan

  • Share

[ad_1]

VIVA – Wakil Ketua Komisi VI DPR, Martin Manurung, geram dengan kelakuan sejumlah pegawai perusahaan PT Kimia Farma Diagnostika, cucu perusahaan PT Kimia Farma (Persero), yang menggunakan alat Rapid Test Antigen bekas, di lokasi pelayanan test di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ia meminta polisi menindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini.

Martin mengatakan apa yang dilakukan pegawai Kimia Farma tersebut merupakan tindakan keji bahkan dapat dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan. Sebabnya, saat seluruh dunia masih berjuang melawan COVID-19, ada orang yang tega melakukan tindakan yang justru berpotensi menyebarkan virus COVID-19, bahkan dapat membunuh banyak orang.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Sejak kapan dilakukan, dan siapa saja pelakunya. Mereka harus diberi hukuman berat. Karena ini dapat mengakibatkan public distrust atau ketidakpercayaan publik kepada BUMN. BUMN itu seharusnya menjadi lembaga yang terpercaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus COVID-19,” kata Martin kepada wartawan Rabu, 28 April 2021.

Baca juga: Praktik Tes Antigen Bekas Terkuak, Kimia Farma Siapkan Sanksi

Ketua DPP Partai Nasdem ini juga meminta Kementerian BUMN untuk mengawasi langsung PT Kimia Farma dalam melakukan evaluasi, serta terlibat dalam pengusutan kasus tersebut secara internal.

[ad_2]

Source link

  • Share