Bacaan Niat dan Doa Zakat Fitrah

  • Share

[ad_1]

Selain menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Islam dengan golongan mampu sudah wajib hukumnya untuk menunaikan zakat fitrah.Berzakat merupakan bentuk kepedulian pada yang kurang mampu dan bertujuan supaya mereka dapat merasakan hari kemenangan Idulfitri.

Dalam pelaksanaannya, berzakat tidak sekadar menyiapkan sesuatu yang hendak dizakatkan. Akan tetapi, harus dilakukan dengan niat yang ikhlas serta memanjatkan doa zakat fitrah.

Besaran Zakat Fitrah

Warga menunggu pembagian zakat fitrah berupa beras di Masjid Istiqlal, Jakarta, 4 Juni 2019. Masjid Istiqlal menyalurkan zakat sebanyak 27,5 ton beras tahun ini. Sebanyak 17,5 ton di antaranya didapat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Foto: cakrawalarafflesia/Adhi Wicaksono
Ilustrasi besaran zakat fitrah dapat diukur dalam beras atau bentuk uang.

Mengutip Badan Amil Zakat Nasional, besaran zakat fitrah menurut hadisnya dapat diukur dalam beras maupun makanan pokok sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter per jiwa.

Selain itu, para ulama juga memperbolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sak gandum, kurma, atau beras.

Berdasarkan SK Ketua BAZNAS No.27 Tahun 2020 tentang Nilai Zakat Fitrah dan Fidiah untuk wilayah Jabodetabek, ditetapkan nilai zakat setara dengan uang sebesar Rp40 ribu per jiwa.

Niat Zakat Fitrah

Pelayanan pembayaran zakat fitrah di Masjid Jami Nurul Huda, Kebagusan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020. Panitia pengumpulan zakat fitrah setempat menggunakan lembaran plastik pembatas, masker, dan cairan pembersih tangan dalam melayani warga yang membayarkan zakat fitrah Ramadhan untuk mencegah penyebaran COVID-19. CNN Indonesia/Bisma SeptalismaFoto: cakrawalarafflesia/Bisma Septalisma
Ilustrasi Niat Zakat Fitrah. Niat yang dibacakan berbeda bergantung zakat yang akan dikeluarkan.

Setiap menjalankan amal ibadah harus diawali dengan niat, dikarenakan niat itu sebagai penentu dari sah atau tidaknya suatu amalan.

Bahkan, setiap zakat yang akan dikeluarkan juga mempunyai niat yang berbeda-beda seperti berikut ini:

1. Niat untuk Diri Sendiri

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri’an nafsii fardu lillahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah dari diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Zakat yang Dibacakan Suami untuk Istri

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri’an zaujatii fardu lillahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’ala.”

3. Niat untuk Anak Laki-laki yang Dibacakan Orang Tua

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri’an waladii (…) fardu lillahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”

4. Niat untuk Anak Perempuan yang Dibacakan Orang Tua

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri’an bintii (…) fardu lillahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’ala.”

5. Niat untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri’annii wa’an jami’i maa tilzamunii nafaqoo tuhum syar’an fardu lillahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta’ala.”

6. Niat untuk Orang yang Diwakilkan

Nawaitu an ukhrija zakaatal fitri’an (…) fardu lillahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan namanya dengan jelas) fardu karena Allah Ta’ala.”

Doa Zakat Fitrah

Umat muslim membayar zakat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (10/7). Lembaga Amil Zakat Masjid Istiqlal menerima pembayaran zakat, infaq, shadaqah dan fidyah mulai tanggal 9 Juli lalu. ANTARA FOTO/Fanny Kusumawardhani/aww/15Foto: Fanny Kusumawardhani
Ilustrasi Doa Zakat Fitrah. Setelah membaca niat, lanjut membaca doa berzakat.

Setelah membaca niat, Anda dapat melanjutkan membaca doa zakat fitrah berikut sebagai tanda telah menunaikan zakatnya.

Allahumma ij’alha maghnaman, wa la taj’alha maghraman.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah zakat fitrah tersebut sebagai tabungan, dan jangan jadikan sebagai utang.”

Penerima Zakat Fitrah

Golongan yang nantinya berhak menerima zakat fitrah yaitu:

    • Fakir (orang yang tidak memiliki harta)
    • Miskin (orang yang penghasilannya tidak mencukupi)
    • Amil zakat (panitia penerima dan pengelola dana zakat)
    • Mualaf (orang yang baru masuk Islam)
    • Orang yang terlilit utang (gharim)
    • Orang yang sedang dalam jalan Allah (fisabillilah)
    • Orang yang sedang dalam perjalanan jauh tapi bukan untuk kemaksiatan (ibnu sabil)

Orang-orang penerima zakat ini juga dianjurkan untuk memanjatkan doa zakat fitrah dan ditujukan kepada mereka yang telah berzakat.

Thahharallahu qalbaka fi qulubil abrar, wa zakka amalaka fi amalil akhyar, wa shalla ala ruhika fi arwahis syuhada.

Artinya: “Semoga Allah menyucikan hatimu pada hati para hamba-Nya yang abrar. Semoga Allah bersihkan amalmu pada amal para hamba-Nya yang akhyar. Semoga Allah berselawat untuk rohmu pada roh para hamba-Nya yang Syahid.”

(avd/fef)

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link