Dunia Produser dan Proses Development Produksi Film ala Salman Aristo

  • Share

[ad_1]

VIVA – Sebagai penonton film, rasa penasaran akan suasana di balik layar pasti pernah dirasakan. Berbagai asumsi bermunculan di kepala usai kita menonton sebuah film. Ending film yang tak sesuai harapan kerap kali membuat kita melabeli film tersebut “jelek”.

Ketika kita merasa film yang kita tonton “bagus”, tak segan kita memuji sang Sutradara pembuat film. Realitasnya, baik buruknya kualitas suatu film tak lepas dari peran produser yang berada dibalik layar, sehingga tak adil rasanya bila hanya sutradara yang diberikan pujian atau bahkan cacian apabila kualitas suatu film “jelek”.

Saat ini, sudah banyak produser kenamaan Indonesia yang karyanya bisa disandingkan dengan karya-karya produser mancanegara, salah satu di antaranya adalah Salman Aristo. Sebagai pekerja seni, ia juga turut mendirikan rumah produksi yang awalnya merupakan story development company.

Berbekal latar belakang pendidikan di bidang Jurnalistik, Aris memulai kariernya di industri film sebagai penulis skenario. Ia tak pernah menyangka, kegiatan nongkrong di Gelanggang Seni, Sastra, Teater dan Film di Universitas Padjadjaran (Unpad) akan jadi titik awal perjalanannya mengarungi karier di industri film Indonesia.

Kalimat “mau bikin film” yang dikatakan oleh salah seorang anggota gelanggang tersebut jadi momen tak terlupakan yang ia ingat sampai detik ini. Momen itu yang kemudian membawa hidupnya menjadi seorang penulis skenario, produser dan sutradara terkemuka di Indonesia.

Pada sebuah kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran, Salman Aristo, atau yang kerap disapa Aris ini menceritakan bagaimana cara kerja produser juga proses development dalam produksi film dari sudut pandang produser.

Proses produksi film sendiri terbagi ke dalam beberapa tahapan yakni development, pra produksi, produksi, dan post produksi.

Dalam proses development, kita mengenal istilah development room atau ruangan development. Development room ini diartikan sebagai ruangan yang dipakai dalam proses pembuatan cerita yakni skenario sebagai hasil akhirnya.

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link