Cara Salman Aristo Hidupkan Suasana Development Room

  • Share

[ad_1]

VIVA – Tak jarang masyarakat keliru mengartikan peran produser di dapur perfilman. Ada yang mengatakan produser adalah orang yang mendanai semua biaya perfilman, ada pula yang berpikir produser adalah dia yang punya dapur perfilman.

Bahkan, seringkali khalayak hanya mengenal sosok sutradara daripada produsernya, karena pikirnya sutradara yang banyak terlibat dalam pembuatan film. Padahal sebenarnya, sosok produser lebih penting dan bahkan merupakan kunci dari kelayakan suatu film untuk ditayangkan.

Lalu sebenarnya apa itu produser film? Apa yang mereka lakukan sehingga dapat memproduksi film yang menarik khalayak? Seorang produser yang karyanya sempat terkenal di kalangan remaja, dengan judul Dua Garis Biru membagikan perspektifnya menjadi produser yang ideal serta kiat-kiat untuk memiliki sifat-sifat seorang produser.

“Kalau kita nonton film skenarionya jelek, akting pemainnya jelek, jangan salahin dulu sutradaranya, pemain, penulis skenarionya, nanti dulu. Salahin dulu produsernya” jelas Salman Aristo, produser film Dua Garis Biru, pada Selasa (20/04) secara virtual.

Ia menjelaskan bahwa produser berperan sebagai konseptor yang memiliki visi dalam film yang akan diproduksi. Seringkali penonton kurang memahami kerja dibalik produksi perfilman, acapkali penonton menyalahkan pemain dan juga sutradara yang membuat film menjadi buruk. Padahal, yang perlu dipertanyakan tentang hal ini adalah produsernya karena semua keputusan yang diambil sebelum film itu ditayangkan ditentukan oleh produser.

Ranah kerja produser amat luas, ia bertanggung jawab pada semua hal dalam produksi film. Ia berusaha mencari peluang dan bisnis yang memungkinkan untuk menjual filmnya. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa seni perfilman juga melekat dengan unsur bisnis. Karena sama halnya seperti memproduksi barang-barang, maka berkaitan pula dengan pasar massal.

[ad_2]

Source link

  • Share