Hadiri Rakornas Pemuda Muhammadiyah, PDIP dan PAN Bicara Pemilu 2024

  • Share

[ad_1]

VIVA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, kerjasama PDI Perjuangan dengan PAN dan Pemuda Muhammadiyah memiliki legitimasi historis dan ideologis. Sebab kerjasama tersebut sama-sama memegang obor semangat keindonesiaan sejak awal.

“Jadi kalau cikal bakal PAN adalah Muhammadiyah, maka kerja sama kami dengan PAN dan Pemuda Muhammadiyah, punya legitimasi historis dan ideologis. Karena kita bersama yang memegang obor semangat keindonesiaan itu sejak awal,” kata Hasto saat menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah bertema ‘Konfigurasi Politik Pemuda Muhammadiyah Menyambut Pesta Demokrasi 2024’, Minggu 2 Mei 2021

Dalam acara tersebut, hadir juga Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno dan pengurus Pemuda Muhammadiyah seluruh Indonesia, di Jakarta. Hasto mengatakan tidak ada pemilik tunggal republik karena Indonesia adalah negara gotong royong yang menjadikan rakyat sebagai satu-satunya pemegang legitimasi kekuasaan.

Menurut Hasto, sejak awal berdiri, gotong royong sudah nyata. Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan PNI sebagai representasi kelompok Nasionalis selalu bersama mempelopori Indonesia Merdeka.

Hasto juga berbicara terkait kondisi Indonesia yang sejak 1997-1998, kedaulatan politik negara berusaha dikontrol melalui “Letter Of Intent” IMF. Lalu terjadi juga reproduksi ‘American Politics’ di Indonesia dengan credo ‘one man, one vote, dan one value’ yang menggantikan demokrasi musyawarah.

Hal tersebut, kata Hasto, menyebabkan muncul berbagai dampak negatif yaitu terjadi konvergensi politik-hukum-kapital-pemilik media. Meningkatnya primordialisme, hingga konflik Pancasila melawan ideologi transnasional.

[ad_2]

Source link

  • Share