Perkembangan Harian COVID-19 di India

[ad_1]

VIVA – Seperti yang banyak dicemaskan maka kasus COVID-19 di India masih terus meningkat. Dalam beberapa hari terakhir ini kasusnya India sudah melewati 400 ribu orang dalam seharinya, walaupun pada 1 April angkanya sedikit turun menjadi 392 ribu. 
Pemerintah India terus melakukan berbagai upaya penanggulangan, dan tentu belum ada yang tahu pasti bagaimana perkembangannya dalam hari-hari mendatang ini.

Memang ada prediksi modelling dari beberapa pihak termasuk “Indian Council of Medical Research (ICMR)” bahwa gelombang ke dua serangan COVID-19 di India sekarang ini akan mencapai puncaknya pada minggu pertama atau minggu ke dua bulan Mei ini. Tetapi sebagaimana tehnik modelling epidemiologi maka tentu ada beberapa keterbatasan, khususnya karena masih ada berbagai variabel yang masih belum pasti perkembangannya (“uncertainty”).

Saya secara teratur berhubungan dengan teman-teman di New Delhi. Informasi mereka menyebutkan bahwa  sebenarnya situasi lockdown sekarang ini tidaklah seketat Maret April 2020 tahun yg lalu, waktu saya masih tinggal dan bertugas di New Delhi. Waktu itu kalau saya keluar rumah untuk sekedar jalan kaki di dekat rumah untuk dapat matahari pagi maka saya selalu membawa tas kosong, maksudnya kalau ditanya polisi maka saya akan jawab bahwa saya sedang mau pergi ke toko membeli makanan pokok.

Juga, tahun yang lalu kebijakan lockdown dilaksanakan untuk seluruh negara, sementara kini keputusan diserahkan ke negara bagian masing-masing. Sekarang sudah mulai ada berita bahwa mungkin bentuk lockdown akan di perketat di hari mendatang.
Di sisi lain, nampaknya dalam rangka kewaspadaan, sekarang kalau seseorang sedang ke luar rumah dan ketemu polisi dan menjawab akan pergi ke apotik atau toko obat, yang mereka sebut “Pharmacy” maka maka polisi dan petugas akan bertanya detail apa sakitnya, obat apa yang akan dibeli dan bahkan mungkin akan ada pengecekan ke rumah dengan segala tindakan lainnya yang terkait.

[ad_2]

Source link