Kuasa Simbolik dalam Stigmatisasi Selera Musik

  • Share

[ad_1]

VIVA – Dalam perbincangan sehari-hari sering saya temui, terutama saat nongkrong di kedai kopi, ketika ada seorang teman menyatakan suka musik dangdut, koplo, atau musik-musik pantura sebagian orang menyebutnya, maka akan ada yang mengolok-olok: “selera musikmu kok rendah, mbok ya suka musik yang berkelas gitu lho, musik jazz atau rock, yah minimal pop kreatif lah”.

Hal ini sering membuat saya bertanya-tanya ke diri sendiri, mengapa Ada orang menyukai musik rock, pop, dangdut, keroncong, jazz, dan genre-genre lainnya? Dari manakah datangnya selera musik ini?

Dan ternyata jawabannya datang dari Filsafat. Ada dua orang filsuf yang menjelaskan hal ini dan penjelasan keduanya berbeda secara substantif.

Filsuf yang pertama, Immanuel Kant, menyatakan bahwa selera seni termasuk musik adalah  ‘murni’ keindahan yang bersifat apriori (tanpa kepentingan, tanpa konsep, tanpa tujuan dan niscaya).

Yang kedua bernama Pierre Bourdieu. Ia lebih melihat selera seni termasuk musik “sebagai sebuah keputusan estetis” merupakan produk dari adanya perbedaan kelas ketimbang pengakuan atas standar kualitas.

Pada suatu waktu, Bourdieu memberikan berbagai macam foto kepada orang-orang dari tiga kalangan: bawah, menengah, dan atas.

Dari sekian banyak foto itu, masing-masing responden diminta untuk memilih, mana foto yang paling indah, dan mana foto yang paling buruk? Rupanya, ada kecenderungan bahwa orang dari kelas sosial sama akan memilih foto yang sama. Mereka memiliki selera yang sama, di luar kontrol individu.

Oleh karena itu, Bourdieu menyebutkan bahwa ada tiga hal yang menentukan selera kita: Habitus, Modal, dan Arena Sosial. Bourdieu merumuskan konsep habitus sebagai analisis sosiologis dan filsafati atas perilaku manusia.

Habitus adalah nilai-nilai sosial yang dihayati oleh manusia, dan tercipta melalui proses sosialisasi nilai-nilai yang berlangsung lama sehingga mengendap menjadi cara berpikir dan pola perilaku yang menetap di dalam diri manusia.

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link