Jerman Larang Kelompok Ansaar International, Diduga Terlibat Pendanaan Terorisme

  • Share

[ad_1]

TRIBUNNEWS.COM – Jerman melarang kelompok Islam Ansaar International karena diduga mendanai terorisme di seluruh dunia, pada Rabu (5/5/2021).

Aparat kepolisian Jerman dilaporkan telah menggerebek afiliasi kelompok tersebut.

“Jika Anda ingin memerangi teror, Anda harus mengeringkan sumber pendanaannya,” kata Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer di Twitter.

Di situs webnya, Ansaar mengaku memberikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang yang terkena dampak perang dan krisis dengan membangun atau mendanai pembangunan rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah.

Melansir Reuters, Seehofer menyebut Ansaar dan organisasi afiliasinya “menyebarkan pandangan dunia Salafi dan teror keuangan di seluruh dunia dengan kedok bantuan kemanusiaan.”

Baca juga: Cegah Terorisme Melalui Konten Digital, BNPT Raih Gatra Innovation Awards 2021

Baca juga: Tak Hanya di Jerman, Kabareskrim Ungkap Jozeph Paul Zhang Diduga Berada di Belanda

Ansaar Internasional
05 Mei 2021, North Rhine-Westphalia, Duesseldorf: Petugas polisi berdiri di depan gedung asosiasi Ansaar Internasional . Menteri Dalam Negeri Federal Seehofer (CSU) telah melarang asosiasi Salafi Ansaar Internasional serta beberapa sub-organisasi dari asosiasi Islamis.

Seorang pria yang menjawab telepon di kantor utama Ansaar di kota barat Duesseldorf menolak mengomentari larangan dan penggerebekan tersebut.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sekira 1.000 petugas polisi telah mengambil bagian dalam penggerebekan terhadap afiliasi Ansaar di 10 negara bagian Jerman dan uang tunai $ 180.000 telah disita.

Pada 2019, polisi menggerebek kantor milik Ansaar dan organisasi lain karena dicurigai mendanai kelompok militan Palestina Hamas, yang termasuk dalam daftar hitam terorisme Uni Eropa.

Ansaar
05 Mei 2021, North Rhine-Westphalia, Duesseldorf: Petugas polisi berdiri di depan gedung asosiasi Ansaar Internasional. Menteri Dalam Negeri Federal Seehofer (CSU) telah melarang asosiasi Salafi Ansaar Internasional serta beberapa sub-organisasi dari asosiasi Islamis. Foto: Marcel Kusch / dpa – PERHATIAN: Orang telah di-pixelated karena alasan hukum

Baca juga: Publik Dukung Penyidik Densus 88 Ungkap Keterlibatan Munarman dalam Tindak Pidana Terorisme

Baca juga: Antisipasi Terorisme, Pelabuhan Tokyo Jepang Ditetapkan Sebagai Area Pembatasan Mandiri Navigasi

Berita lain terkait Pendanaan Terorisme

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)



[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link