Mudik Dilarang, Bisnis Transportasi Gigit Jari (lagi)

  • Share

[ad_1]

Mudik merupakan fenomena tahunan yang sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan mudik menjadi salah satu tradisi wajib bagi masyarakat Indonesia yang hidupnya jauh dari kampung halaman. Fenomena ini terjadi saat hari raya di Indonesia dan salah satunya adalah Hari Raya Idul Fitri. Hampir setiap tahun orang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga. Tak jarang fenomena ini menjadi peristiwa mengharukan bagi setiap orang, terlebih bagi orang yang lama tidak bertemu dengan keluarga dan sanak saudara.

Adanya pandemi covid-19 yang melanda seluruh dunia tidak terkecuali di Indonesia membuat Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada tahun ini. Larangan tersebut bertujuan untuk menghentikan penyebaran pandemi covid-19 di Indonesia. Hingga tanggal 5 Mei 2021 jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 1.691.658 dimana sebanyak 1.547.092 telah dinyatakan sembuh. Sedangkan sebanyak 8.151.942 orang telah divaksinasi sampai tahap ke-2. Namun angka-angka tersebut masih belum bisa meyakinkan pemerintah bahawa mudik tahun ini sudah aman.

Sebenarnya kebijakan larangan mudik ini bukanlah hal baru mengingat tahun lalu larangan mudik juga diberlakukan pemerintah Indonesia. Padahal menurut data Kementrian Perhubungan ada sekitar 3,4 juta keluarga dari Jabodetabek yang mudik. Tahun ini nampaknya akan mengulang tahun 2020, tak akan ada cerita mudik lebaran karena pandemi belum terkendali.

Kebijakan larangan mudik sedikit banyak mempengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Menurut Kementrian Perhubungan, fenomena mudik lebaran sebelum adanya pandemi menyebabkan adanya 10,3 triliun rupiah uang yang mengalir ke daerah, sedangkan menurut Kadin sebanyak 9,7 triliun rupiah, belum lagi diwaktu yang sama menurut Kementrian Keuangan total THR untuk ASN, TNI, POLRI dan pensiunan mencapai 20 triliun rupiah. Dengan adanya kebijakan ini maka kemungkinan aliran uang tidak akan sebanyak sebelum pandemi, dan sedikit banyak akan mempengaruhi kondisi ekonomi pelaku bisnis transportasi dan pada akhirnya transportasi tidak akan tumbuh cepat seperti yang diharapkan.

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link