5 Fakta Maskapai Baru Super Air Jet, Katanya Pakai Pesawat Lama : Okezone Economy

  • Share

[ad_1]

JAKARTA – Industri penerbangan nasional Indonesia kedatangan pemain baru yakni Super Air Jet dengan pesawat Airbus jenis 320-200. Saat ini, Super Air Jet tengah mempersiapkan fase lepas landas melalui berbagai tahapan dan prosedur yang dibutuhkan berdasarkan ketentuan-ketentuan penerbangan.

Terkait hal itu, Okezone telah merangkum beberapa fakta menarik, Senin (10/5/2021).

 Baca juga: Super Air Jet Berafiliasi dengan Lion Air?

1. Super Air Jet Berafiliasi dengan Lion Air?

MNC Portal Indonesia pun mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak Lion Air Group, dimana, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyebut, Super Air Jet berbeda manajemen dengan Lion Air.

“Izin, berbeda management Mas,” ujar Danang saat dihubungi, Selasa (4/5/2021).

 Baca juga: Super Air Jet Maskapai Baru RI, Alvin Lie: Itu Pesawat Tua

2. Alvin Lie: Maskapai Super Air Jet Gunakan Pesawat Tua

 

Pengamat penerbangan Alvin Lie mencatat pesawat Super Air Jet dengan Airbus 320-200 adalah pesawat tua atau lama. Sementara Super Air Jet merupakan pemain baru dalam industri penerbangan nasional.

Dalam bisnis penerbangan internasional, pesawat jenis A320neo atau new engine option merupakan generasi terbaru. Pesawat ini diproduksi oleh produsen pesawat asal Perancis, Airbus. Sementara pada 2016 lalu, Airbus secara resmi menyerahkan A320neo kepada operator pertamanya, maskapai asal Jerman, Lufthansa.

“Pesawat Airbus 320-200 yang sebetulnya juga cukup tua, sebetulnya sudah cukup tua, sekarang kita sudah bicara RB 320neo,” ujar Alvin saat dihubungi MNC Portal Indonesia.

3. Pemilik Super Air Jet Dinilai Jeli Melihat Peluang

Menurutnya, ada kejelian pengusaha membeli pesawat dengan harga yang murah di tengah pandemi Covid-19. Sebab, pada saat yang sama, banyak pihak airline yang mengembalikan pesawat karena faktor tidak dapat melanjutkan kontrak atau tidak mampu bayar harga sewa.

“Saya melihat kehadiran Super Air Jet menunjukkan kejelian pengusaha untuk membeli pesawat dengan harga yang murah. Kita ketahui, selama pandemi ini banyak Airline yang mengembalikan pesawat dan tidak mampu melanjutkan kontrak atau bahkan tidak mampu bayar sewanya,” kata Alvin.

4. Pesawat Super Air Jet Dikenal Sangat Irit dalam Penggunaan Avtur

Di sisi lain, bahan bakar Airbus 320-200 terkenal cukup efisien dan irit. Hal itu membuat maskapai memiliki pasar di segmen low cost carrier (LCC). Apalagi sejak diterpa pandemi Covid-19, harga menjadi pertimbangan utama pengguna jasa penerbangan.

“Ini terkenal irit dan efisien bahan bakarnya sehingga cocok untuk LCC. Potensi pasar LCC di tengah pandemi kebutuhan untuk bepergian itu akan selalu ada dan selama pandemi daya beli itu menurun, sehingga konsumen akan lebih sensitif terhadap harga,” tutur dia.

5. Super Air Jet, Netizen Pertanyakan THR Lion Air Tak Cair 2 Tahun

Rencana pengoperasian maskapai Super Air Jet mendapat reaksi negatif sejumlah warga net. Mereka mempertanyakan asal muasal modal maskapai itu.

Pasalnya, hadirnya maskpai itu kontras dengan sejumlah karyawan Lion Air yang hingga kini belum mendapatkan THR selama dua tahun.

Hal itu terlihat usai sejumlah warga net mengkomentari akun instagram @dagelanavigasi yang memposting launcing super jet pada Senin (3/5/2021) lalu.

“THR FULL 2020 & 2021 !!! 🔥,” komentar @yulioraegil.

“Itu yg di foto gaji full gk ya? THR turun gk ya 🤣,” komentar @farid_azhari24.

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link