John Kei Dituntut Hukuman 18 Tahun Penjara : Okezone Megapolitan

  • Share

[ad_1]

JAKARTA – Terdakwa kasus pembunuhan berencana dan pengeroyokan John Kei dituntut pidana 18 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Saat membacakan tuntutan, JPU lebih banyak menggunakan berita acara pemeriksaan (BAP).

John Kei didakwa pasal yang sama dengan rekan-rekannya yang lain. Yakni, pidana primer Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang pembunuhan berencana dengan pasal lain mengikuti.

Baca Juga:  Hadirkan Saksi Ahli, Pengacara Gali Kelayakan Pasal Berlapis yang Menjerat John Kei

Atas perbuatannya itu, John Kei dituntut JPU hukuman 18 tahun penjara. “Maka dengan ini menjatuhkan pidana kepada John Refra alias John Kei dengan pidana penjara selama 18 tahun dikurang selama terdakwa berada di tahanan,” ucap JPU dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (11/5/2021).

Sementara, Majelis Hakim mengatakan seperti para terdakwa lainnya, John Kei diberi kesempatan oleh majelis hakim untuk mengajukan pledoi pada Senin 17 Mei 2021 mendatang.

Di akhir pembacaan tuntuan, John Kei mengaku menyerahkan masalah tersebut kepada kuasa hukumnya, terlebih untuk menyampaikan pledoi minggu depan.

John menampik dakwaan JPU. Ia menolak terkait dengan matinya anak buah Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ia mengaku hanya memberi kuasa kepada Daniel Farfar untuk menagih utang terhadap Nus Kei.

Diketahui sebelumnya, John Kei didakwa pasal berlapis oleh JPU Kajaksaan Negeri Jakarta Barat. Ia didakwa Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) junto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kemudian, pada dakwaan kedua, Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang pembunuhan.

Baca Juga:  Sidang John Kei, Kuasa Hukum Sebut Jaksa Salah Hadirkan Saksi ke Persidangan

Dakwaan ketiga, Pasal 170 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang pengeroyokan menyebabkan korban meninggal dunia.

Keempat, Pasal 351 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (2) KUHP tentang penganiayaan. Kelima, Pasal 2 Ayat (1) UU darurat RI 1951 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP tentang kepemilikan senjata api dan senjata tajam.

Sementara itu, Ketua tim pengacara John Kei, Anton Sudanto mengaku telah berjuang sepenuhnya mulai dari awal hingga detik-detik terakhir proses persidangan. Anton bersikeras tak pernah ada perencanaan pembunuhan kepada anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias Erwin di Duri Kosambi, Cengkareng, pada 21 Juni 2020 lalu.

Ia pun meyakini semua keterangan terdakwa saat persidangan bahwa tidak ada perintah pembunuhan, yang ada hanya menagih utang. “Jelas itu perintah penagihan utang bukan pembunuhan,” tutupnya.

(Ari)

[ad_2]

Source link

  • Share