Viral Lagi, Kumur Air Garam Hangat Hilangkan Virus Corona : Okezone Lifestyle

  • Share

[ad_1]

SEBUAH pesan di aplikasi WhatsApp tentang air garam kembali beredar. Dikatakan, berkumur dengan air garam sebanyak 3 kali sehari dan minum air hangat, dapat menghancurkan virus corona di dalam tubuh.

Cara ini, disebutkan menjadi rahasia penurunan angka orang terinveksi Covid-19 di Cina. Namun setelah melakukan penelusuran ditemukan fakta bahwa narasi ini merupakan hoaks lama yang kembali berulang.

Melansir Covid-19.go.id, berikut pesan berantai yang beredar lewat aplikasi WhatsApp.

Hoax

“Tolong viralkan..

Kalau kita tidak dapat membantu.. sekurang2nya kita dapat mencegah atau memyelamatkan nyawa org lain.. 👇🏼

 

Doktor di China mengesahkan.

 

这 是 100% 準確 的 信息,

Ini adalah berita yang 100% BENAR.

對於 每个 人 都 非常 有效.

Sangat penting bagi setiap orang.

為什么 中國 大陸 過去 幾天 大大 減少 了 感染 人數?

Mengapa akhir2 ini di China, jumlah orang yang terinfeksi virus telah menurun secara mendadak??.

除了 戴 口罩 勤 洗手 外,

Selain memakai Mask/masker, rajin membersihkan tangan,

他們 只是 簡單 地 每天 漱口 3 次 鹽水.

Mereka hanya berkumur dengan air garam 3 kali sehari

Pada laman resmi hoax buster covid.go.id menyebutkan bahwa hingga saat ini, belum ditemukan bukti kuat bahwa campuran garam dan air hangat dapat mengeluarkan virus corona dari tenggorokan.

Campuran garam dan air hangat sendiri memang dapat membantu orang sembuh dari flu lebih cepat, namun belum ditemukan bukti bahwa bahan-bahan alami tersebut mampu mencegah infeksi saluran pernafasan.

Artikel periksa fakta dari snopes.com juga menyebutkan bahwa berkumur dengan campuran garam dan air hangat atau campuran lain seperti cuka memang efektif menyembuhkan manusia dari flu dan batuk. Namun campuran alami ini belum terbukti dapat menyembuhkan seseorang dari inveksi akibat Covid-19.

Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa berkumur dengan air garam dan langsung minum air hangat dapat menyembuhkan inveksi akibat Covid-19, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan. Perlu berhati-hati dalam memilih informasi terkait Covid-19 di tengah kabar jenis baru Covid-19.

(mrt.-)

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link