Jelang Lebaran, Kapasitas RS Covid-19 di Jakarta Baru Terisi 30% : Okezone Megapolitan

  • Share

[ad_1]

JAKARTA – Kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU harian di 106 Rumah Sakit Ibukota jelang musim mudik lebaran mengalami penurunan. Masyarakat tetap diminta untuk mentaati aturan pemerintah untuk tidak mudik.

Berdasarkan data terakhir hingga 9 Mei 2021, terdapat peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi dan tempat tidur ICU di 106 RS rujukan. Untuk tempat tidur isolasi sejumlah 6.660, persentase keterisiannya sebesar 30% dengan total pasien isolasi sebanyak 2.031 orang. Sedangkan, untuk tempat tidur ICU sejumlah 1.026, persentase keterisiannya sebesar 34% dengan total pasien ICU sebanyak 345 orang

Baca juga:  Kembangkan Peta Interaktif Covid-19, Ridwan Kamil: Tidak Boleh Lagi Bertengkar Masalah Data

Angka tersebut jauh menurun bila dibandingkan pada awal Januari 2021 lalu. Dimana, persentase keterpaksaan tempat tidur isolasi harian di 106 RS mencapai 90%. Pada Februari terus mengalami penurunan sekitar 80%, lalu Maret menjadi 70% dan April menjadi 36% dengan total pasien isolasi sebanyak 2.507 orang dari tempat tidur isolasi sejumlah 6.942, .

Begitu juga dengan ruang ICU yang pernah mencapai 90 persen pada Januari dan turun menjadi 41 persen dengan total pasien ICU sebanyak 428 orang dari 1.046 ICU yang ada.

“Strategi 3T (Testing-Tracing-Treatment) terus digencarkan untuk menemukan sebanyak-banyaknya kasus positif sehingga dapat diisolasi, disembuhkan agar mencegah penyebaran virus,” seperti dikutip dalam akun instagram @dkijakarta, Rabu (28/4/2021)

Baca juga:  Menkes Sebut Pandemi Paling Cepat Selesai 2 Tahun

Jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai saat ini sebanyak 416.747 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 402.374 dengan tingkat kesembuhan 96,6%, dan total 6.952 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 2,7%.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 8,1%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 10,9%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

(wal)

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link