Dampak Larangan Ziarah, Dagangan Pedagang Bunga Tabur di TPU Prumpung Membusuk

  • Share

[ad_1]

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA – Harapan bisa meraup untung para pedagang bunga tabur musiman di Taman Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Jakarta Timur di Idul Fitri 1442 Hijriah kandas.

Larangan ziarah yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta tanggal 12-16 Mei 2021 guna mencegah kerumunan warga yang memicu penularan Covid-19 meluas membuat dagangan mereka tidak laku.

Aryanto (29), satu pedagang bunga tabur di TPU Prumpung mengatakan larangan tersebut membuat dia merugi karena dagangannya dipastikan sudah membusuk saat larangan ziarah berakhir.

Dia dan sekitar 40 pedagang bunga tabur di area TPU Prumpung mengeluhkan kebijakan karena ditetapkan mendadak tanpa sosialisasi sehingga mereka lebih dulu berbelanja barang dagang.

Baca juga: TPU Joglo Ditutup Bagi Para Peziarah

Aryanto menuturkan bila Pemprov DKI Jakarta mengumumkan dan mensosialisasikan larangan sejak jauh hari dia tidak bakal merugi karena lebih dulu mengurungkan niat berjualan.

Modal belanja pedagang tabur bunga musiman di TPU Prumpung berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 juta, beberapa di antara mereka bahkan sampai nekat berutang untuk modal dagang.

Meski hingga Jumat (14/5/2021) masih membuka lapak di sekitar TPU Prumpung, tapi mereka tidak lagi berharap bakal meraup untung jualan sebagaimana momen Lebaran tahun-tahun lalu.

Baca juga: Usai Viral Warga Dobrak Pagar, TPU Tegal Alur Kini Ditutup Buat Peziarah

Pasalnya puncak ziarah yang selalu berlangsung usai Salat Idul Fitri atau pada Kamis (13/5/2021) berlalu hanya dengan segelintir peziarah, sementara petugas gabungan terus berjaga di sekitar TPU.

Mereka memilih tetap membuka lapak karena tak tahu lagi harus berbuat apa, berdiam diri di rumah meratapi dagangan yang bakal membusuk saat larangan ziarah berakhir pun percuma.

Aryanto dan pedagang bunga tabur di TPU Prumpung lainnya berharap pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak tahun 2020 lekas berakhir agar kegiatan ekonomi kembali normal.



[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link