Musibah Kematian Akibat Petasan, Ketua DPD Imbau Masyarakat Jauhi Aktivitas Berbahaya : Okezone Nasional

  • Share

[ad_1]

JAKARTA – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mattalitti prihatin atas adanya peristiwa meninggal dunia nya sejumlah warga saat merakit petasan di momen lebaran 2021. Dia meminta semua masyarakat menghindari aktivitas berbahaya saat momen Lebaran ini.

“Saya turut prihatin atas insiden memilukan tersebut. Harusnya kita menyambut hari kemenangan dengan sukacita, ini justru dukacita penuh air mata,” kata LaNyalla dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021).

Musibah ledakan petasan terjadi di dua tempat. Pertama Rabu malam (12/5/2021), empat korban tewas saat merakit petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah. Peristiwa kedua juga terjadi saat malam Takbiran di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang menyebabkan satu orang tewas.

“Lebih baik rayakan Idul Fitri dengan hal bermanfaat. Hindari aktivitas-aktivitas bahaya yang berpotensi merenggut nyawa,” ujarnya.

LaNyalla mengingatkan adanya larangan di tengah perayaan Lebaran sehingga suasana Idul Fitri penuh kehangatan dan keberkahan. Dalam hal ini, dia pun mengutip Surat Al-Isra ayat 26-27, dimana menyalakan petasan dinilai sebagai sebuah pemborosan.

“Inti kandungan dari dua ayat itu adalah janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan. Dengan kata lain, uang yang digunakan untuk membeli petasan sebenarnya bisa dipakai untuk hal positif lainnya,” tutur dia.

Senator asal Jawa Timur itu menilai bahwa peristiwa seperti ini seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang. Apalagi aparat keamanan juga sudah melarang secara tegas produksi dan perdagangan petasan.

Menurut dia, larangan dan hukuman bagi orang yang mencoba memproduksi, mengedarkan dan segala aktivitas membahayakan yang menggunakan bahan peledak diatur dalam UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187 KUHP tentang bahan peledak. Dimana, dalam hukumannya sendiri minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup.

LaNyalla pun meminta aparat keamanan untuk menegakkan hukum secara tegas. Hal ini untuk menimbulkan efek jera.

“Perlu juga lebih banyak dilakukan sosialisasi agar tumbuh kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan petasan atau bahan peledak,” pungkasnya.

(kha)

[ad_2]

Source link

  • Share