Debat di DK PBB soal Konflik Palestina-Israel Berakhir Buntu

  • Share

[ad_1]

VIVA – Debat terbuka Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) tentang konflik antara Israel dan Palestina, menyusul serangan di Gaza baru-baru ini, berakhir tanpa hasil yang konkret.

Pertemuan virtual pada Minggu (16/5) yang diikuti oleh pejabat Israel dan Palestina itu diinisiasi oleh China, Norwegia, dan Tunisia.

Dalam pidatonya, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki menggambarkan serangan Israel di wilayah pendudukan Palestina sebagai “kejahatan perang” dan mendesak DK PBB untuk menjatuhkan sanksi dan embargo senjata di Tel Aviv.

“Israel adalah pencuri bersenjata yang telah memasuki rumah kami dan meneror keluarga kami, mereka menghancurkan rumah kami, menindas rakyat kami, generasi demi generasi,” kata Maliki.

Sebaliknya, Perwakilan Tetap Israel untuk PBB Gilad Erdan menyalahkan Hamas atas kekerasan itu dan menuduh kelompok itu “melakukan serangan terornya”.

“Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela rakyat kami,” kata Erdan, menyerukan Dewan untuk mengutuk Hamas.

Dalam pidatonya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak Israel dan Palestina untuk mengakhiri “siklus pertumpahan darah, teror, dan kehancuran yang tidak masuk akal” dan kembali ke negosiasi untuk solusi dua negara atas konflik tersebut.

“Permusuhan saat ini benar-benar mengerikan. Putaran kekerasan terakhir ini hanya melanggengkan siklus kematian, kehancuran, dan keputusasaan, dan mendorong lebih jauh ke cakrawala harapan untuk hidup berdampingan dan perdamaian,” kata Guterres.

[ad_2]

Source link

  • Share
Auto Generate Link